Star Wars dan Pop Culture Masa Kini

Tidak bisa dipungkiri, pengaruh ‘Space Opera’ buatan George Lucas ini terhadap Pop Culture masa kini sangatlah besar. Bahkan 40 tahun setelah premier pertamanya, film ini masih menjadi film yang secara finansial yang paling sukses sepanjang masa, meraih angka yang lebih dari 2.5 milyar USD semenjak rilis pertamanya.

Sering disebut sebagai ‘Cult Classic’, sebuah film yang memiliki komunitas fanbase dengan jumlah orang yang masif ini adalah game-changer pada masanya. Star Wars melambangkan sebuah awal dari era perfilman yang dipenuhi oleh special effect, antusiasme, petualangan, dan imajinasi yang sukses menarik penonton tua maupun muda.

Walaupun sebelum awal rilis, Star Wars mendapat banyak kritik dari dunia perfilman, namun ternyata menjadi sebuah instant hit, karena mendapat respon yang baik dari publik setelah premier pertamanya. George Lucas sendiri, dikabarkan kurang optimis sesaat sebelum Star Wars dirilis, sehingga meledaknya Star Wars menjadi sesuatu yang mengejutkan untuknya. Dari teman sesama sutradara Lucas, hanya ada satu sutradara yang memberikan respon baik tentang Star Wars, yaitu Steven Spielberg yang juga adalah sutradara ternama dengan film-film seperti seri Jurassic Park atau seri Back to the Future.

Source: Lucasfilm

Menurut Roger Ebert, salah satu kritikus film ternama, ‘Star Wars adalah film yang memberikan pengaruh besar ke banyak film lain’. Banyak Sutradara masa kini seperti Peter Jackson (The Lord of the Rings Saga), Ridley Scott (Blade Runner 2049), Christopher Nolan (The Dark Knight) hingga James Cameron (Avatar) menyebutkan bahwa Star Wars berpengaruh besar kedalam film-film yang mereka ciptakan. Banyak dari film sekarang, tidak akan sama jika bukan karena Star Wars. Star Wars, pada saat pertama dirilis, meyakinkan orang-orang bahwa imajinasi sungguh tidak memiliki batasan. Bahwa orang dapat menciptakan sebuah film sesuai dengan imajinasi terliarnya, bahwa setiap batasan teknis dapat diakali dengan solusi yang tepat.

Strategi Marketing Star Wars, juga banyak bergantung kepada tie-in merchandising, dengan menciptakan banyak cerita lain dalam bentuk komik, novel, hingga video game untuk mendorong penjualan Filmnya. Strategi ini tidak hanya berpengaruh secara finansial, tapi juga secara psikologis ke perilaku konsumen. Secara tidak langsung, Star Wars memperkenalkan sebuah Universe, memperkenalkan karakter-karakter, dan jalan ceritanya agar familiar ke penonton. Karena itu, karakter Star Wars, dapat ditemui hampir dimana-mana. Kasarnya, orang yang nggak nonton Star Wars juga pasti sering atau pernah melihat Darth Vader kan?

Source: Shutterstock

Dengan melakukan hal itu, Star Wars juga secara tidak langsung merambat ke cabang pop culture selain perfilman. Formula ini juga ditiru dan disempurnakan oleh Marvel kedalam film-filmnya, sehingga dapat membuat sebuah Universe yang masif dan sukses, yang juga menjadi salah satu film yang menjadi favorit dan berpengaruh di era ini. Star Wars, dari yang awalnya dikira hanya sebagai trend, benar-benar contoh sukses sebuah strategi marketing.

Sekarang, Star Wars yang sudah dipegang oleh Disney, telah menjadi sebuah ikon evolusi untuk Industri perfilman. Sementara trend yang sempat disebut hanya sementara itu, hingga sekarang sepertinya masih terlihat akan berlanjut terus.

Source: Disney