Design Terbaik Seorang Tinker Hatfield

The Architect, adalah nama yang sering menjadi julukan dari seorang Tinker Hatfield. Walaupun status Hatfield yang pertama kali masuk ke Nike adalah sebagai arsitek korporat dari Nike, nama ini melekat karena statusnya yang dipandang sebagai salah satu desainer sepatu terbaik di dunia.

Bagaimana tidak, dunia sneakers tidak akan seperti sekarang ini jika bukan karena Tinker Hatfield dan imajinasinya. Dengan inovasi-inovasinya, Hatfield turut mengatur arah perkembangan market sneaker sehingga dapat menjadi sebesar sekarang ini. Untuk memperingati hari ulang tahun dari The Architect, berikut adalah list beberapa sepatu yang pernah diciptakan oleh seorang Tinker Hatfield.

5 ● Nike Air Huarache
source: Nike

Huarache diciptakan Hatfield pada 1991 bersama Hiroshi Fujiwara dan Mark Parker. Menurut Hatfield, seri Huarache hampir sempat hampir dibatalkan, karena kurang diminati banyak toko cabang Nike. Pada saat Hatfield sedang mempertimbangkan untuk membatalkan lini Huarache, satu branch manager Nike yang ‘bandel’, memesan 5000 pasang dan menjualnya di New York Marathon.

Sekarang, Huarache menjadi salah satu sepatu best seller Nike dan untuk itu, Nike selayaknya berterimakasih kepada Hatfield dan si branch manager ‘bandel’ ini.

source: Nike
4 ● Nike Air Mag
source: Nike

Nike Air Mag diciptakan oleh Hatfield untuk menjadi sneaker masa depan karakter Marty McFly (diperankan oleh Michael J. Fox) di film Back to the Future 2 pada tahun 1989. Di dalam filmnya, sepatu ini diceritakan memiliki teknologi self-lacing atau mengikat sepatu secara otomatis. Pada 2011, sepatu Air Mag akhirnya dijual melalui sistem raffle sebanyak 1500 pasang bersama dengan Ebay dan dengan tambahan auto lace di 2016 yang hanya diciptakan sebanyak 89 pasang.

Semua dana pembelian sepatu ini disumbangkan untuk penelitian penanganan penyakit Parkinson yang diidap Michael J. Fox, pemeran Marty mc Fly.

3 ● Nike Air Max 90
source: Nike

Air Max 90 awalnya ditujukan untuk menjadi project lanjutan dari seri Air Max 1 yang sangat sukses memukau pasar karena desain yang inovatif dan unik memberikan beban ekspektasi yang sangat tinggi untuk Nike Air Max 90 pada awal mula dirilis. Meski demikian, Air Max 90 dapat melanjutkan tradisi kesuksesan dari lini Air Max, dan menjadi salah satu sepatu paling ikonik dari Nike.

2 ● Air Jordan 3
source: Nike

Michael Jordan hampir mengakhiri kontraknya dengan Nike, sebelum seorang desainer sepatu yang baru memiliki pengalaman 2 tahun dalam bidang sneaker design berhasil memukaunya. Desainer itu adalah Tinker Hatfield, dan Air Jordan 3 adalah sepatu yang berhasil meyakinkan seorang Michael Jordan untuk memperpanjang kontraknya bersama Nike. Sepatu ini dirilis pada 1988, dan sekarang menjadi salah satu sepatu yang sering dirilis ulang karena demand yang tinggi dari pasar.

Tidak banyak yang tahu bahwa kunci keberhasilan ini justru datang dari design Hatfield yang menghilangkan logo swoosh Nike, untuk meninggikan ego seorang Michael Jordan. Buktinya, lini Jordan masih menjadi lini kolaborasi kunci Nike hingga tulisan ini dibuat.

1 ● Nike Air Max 1

 

Source : Nike

Revolusioner, merupakan kata yang digunakan untuk mendeskripsikan Nike Air Max 1. Untuk Nike, Air Max merupakan salah satu desain paling inovatif yang turut membantu menaikkan nama brand mereka.

Hatfield, yang pada dasarnya memang adalah lulusan Arsitektur, mendapatkan inspirasi membuat Air Max dari melihat struktur bangunan Centre Pompidou sebuah bangunan seni yang membalik infrastruktur dalam menjadi diluar. Desain

Hatfield pada awalnya kurang digemari oleh eksekutif Nike, karena dianggap terlalu provokatif, dimana a menunjukkan bagian air sole atau kantong udara dari sepatu itu. Hatfield lantas memperjuangkan desain sepatunya, dan hingga sekarang Air Max 1 telah menjadi sepatu favorit banyak orang dan memiliki imbas yang kuat ke dunia fashion dan sneakers.

Air Max 1 juga menjadi salah satu ‘anak kesayangan’ dari Nike, yang membuat Nike mengadakan Air Max Day, untuk merayakan dirilisnya sepatu Air Max 1, sebuah mahakarya dari Tinker Hatfield.

Source : Nike