Masker Untuk Indonesia

Pandemi COVID-19 kembali melahirkan sebuah gerakan solidaritas dengan bertujuan membantu sesama melewati masa-masa yang sulit ini. Gerakan Kolaborasi Masker untuk Indonesia kali ini, dengan mengajak para local artist dan local brand Indonesia untuk membantu memberikan supply masker yang dapat dicuci dan digunakan ulang, guna menjaga supply masker medis yang sangat terbatas stoknya dan sangat diperlukan oleh para petugas medis dalam menangani kasus COVID-19 ini.

Para local artist dan dan local brand yang turut bergabung dalam gerakan ini juga dapat dibilang sebagai nama-nama besar di industri atau skena brand lokal. Nama-nama seniman seperti Abenk Alter, Darbotz, Heimlo, Ykha Amelz, Sanchia Hamidjaja, Ardneks, bahkan Kamengski yang sudah turut menghiasi skena seni di Indonesia sejak cukup lama, hingga brand-brand lokal ternama seperti The Goods Dept, Public Culture, Not for People, Untold, Mote Mote, Liunic on Things, Bluesville, atau Locale pun turut memberikan design sesuai dengan identitas brand mereka masing-masing Bahkan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) pun juga ikut turut langsung memberikan design versi ADGI dalam gerakan kolaborasi ini.

Gerakan Kolaborasi ini awalnya diciptakan berdasarkan ratusan angka kematian di Indonesia akibat dari penyebaran Virus COVID-19 ini. Social Distancing dan Self-quarantine yang dilakukan guna mencegah penyebaran dari Virus COVID-19 ini pun berdampak kepada UMKM, memaksa UMKM untuk merumahkan para pekerjanya, dan mengancam kehidupan dari jutaan orang.

Pemesanan masker-masker ini dapat dilakukan melalui www.maskeruntuk.id dengan menggunakan sistem pesan 1 berbagi 3, dimana dengan memesan 1 masker, pemesan juga sekaligus membantu membagikan 3 masker kepada mereka yang membutuhkan.

Sangat diharapkan gerakan ini dapat mencegah penyebaran dari Virus COVID-19 dan terus dapat menginspirasi banyak orang untuk melakukan peran masing-masing atau apa saja yang dapat dilakukan untuk dapat turut membantu para petugas medis yang sedang berjuang.