Menjadi Brand Yang Baik Di Masa Pandemi

Pandemi mungkin akan menjadi masalah tersulit yang dihadapi setiap orang belakangan ini. Perintah pengelola Negara ini yang meminta hampir semua orang untuk diam dirumah untuk membatasi penyebaran pandemi, tak dipungkiri berefek juga ke ekonomi. Mal dan pertokoan ditutup, bukan hanya untuk menghentikan penyebaran virus tapi juga karena tidak ada satu orangpun yang berani keluar rumah. Ekonomi otomatis melesu, dan bisnis fashion adalah salah satu yang terdampak paling keras.

Ketika setiap orang tidak lagi berpergian, ketika pikiran setiap orang sedang tidak mengarah untuk berbelanja, apakah brand harus berhenti berjualan. Kami rasa tidak, bagaimanapun ekonomi harus bergerak, namun ada beberapa hal yang kami rasa dapat dilakukan oleh brand untuk menyiasati situasi yang diluar kendali ini.

Mengertilah apa yang dialami konsumen

Disaat pandemi, keselamatan dan kesehatan adalah yang utama bagi konsumen. Posisikan brand di mata mereka dimana hal tersebut juga menjadi perhatian bagi brand. Sarankan mereka untuk tetap dirumah, ajaklah mereka untuk mengikuti anjuran pemerintah, doakan yang terbaik agar semua ini segera berlalu. Dengan ini, para konsumen akan merasa ditemani oleh brand, dan ini adalah sebuah langkah maju

Tingkatkan komunikasi dengan Konsumen

Tidak ada waktu yang lebih tepat selain sekarang, untuk menceritakan ke konsumen mengenai keadaan brand yang sesungguhnya, dan tidak ada waktu yang lebih tepat untuk bersimpati. Semua orang mengalami hal yang sama, semua kesulitan ekonomi dirasakan berbagai lapisan. Ceritakan apa adanya , tanpa lupa memperhatikan apa yang konsumen rasakan. Percayalah, di masa ini apa yang dikatakan oleh brand sangat diperhatikan oleh konsumen, inilah masa dimana konsumen menilai apakah sebuah brand benar benar merepresentasikan mereka, dan ini menentukan apakah sebuah brand akan tetap berada di hati konsumennya setelah semua ini berlalu.

Jagalah komunikasi ini, dan tetap personalisasikan brand. Ingat semua ini pasti berlalu dan ketika itu terjadi, pastikan bahwa konsumen terus ingat dengan brand yang menemani mereka disaat saat sulit.

Waktunya membantu sesama dan beraksi sosial

Apabila sebuah brand belum pernah melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) mungkin ini adalah waktu yang tepat. Bila ada budget lebih, tunjukkan kepada konsumen bahwa brand peduli dengan lingkungan sekitar. Lakukan lelang atau bantuan cuma cuma, mungkin saja konsumen anda memerlukan ini. Brand yang baik tidak hanya memikirkan bagaimana caranya mengambil profit, tapi juga bagaimana mewakili pelanggan, bahkan komunitas yang ditujunya.

Jangan Berhenti Berjualan

Selama brand masih bisa beroperasi, maka janganlah berhenti berjualan. Sisipkan sedikit unsur kemanusiaan, sumbangkan sebagian pemasukan untuk hal sosial, tetap tunjukkan bahwa brand peduli keadaan sekitar. Paling tidak ini jauh lebih baik daripada mati suri.

Tonjolkan barang barang yang membuat konsumen nyaman dirumah dan mendukung segala aktivitas selama pandemic. Adakan diskon untuk menjaga cash flow, namun kami sarankan jangan sampai diskon merusak sebuah brand. Diskon baik untuk mengeluarkan barang dagangan lama, tapi tetap perkuat item unggulan agar posisi brand lantas tidak melemah di mata konsumennya.

Tetap bekerjasama dengan Influencer

Apabila sebuah brand mempunya influencer langganan yang sudah biasa menyuarakan brand tersebut, maka lanjutkan kerjasamanya, tentunya dengan mengatur kembali perjanjian kerjasamanya. Saat ini humanisasi brand bisa dijembatani lewat influencer, karena disaat inilah banyak orang melihat dengan seksama. Banyak orang orang bekerja dirumah dan social media telah menjadi makanan utama sehari hari.

Manfaatkan waktu ini untuk melakukan kontemplasi dan kembali mengarahkan brand sesuai pesan yang ingin ditangkap masyarakat. Amati bersama, mana influencer yang dapat menyampaikan pesan secara jujur dan tidak dibuat buat, mana yang tidak. Pemilihan yang tepat dan pengeluaran marketing yang tidak sporadis sangat menentukan arah brand di masa setelah pandemi lewat.