PIVOT HOGI WIRJONO DI SKENA MUSIK ELEKTRONIK

Salah satu yang paling pertama terimbas dari adanya pandemic dunia ini adalah bisnis event dan para pelakunya, dimana dengan tidak berkumpulnya orang dan praktis dengan ditiadakannya event yang membuat orang berkumpul, sangat mempengaruhi pendapatan para pelaku event dan pekerja creative yang terlibat.

Salah satu diantaranya adalah mereka yang berprofesi sebagai DJ. Tapi tentunya hal ini harus disikapi dengan positif dan jiwa yang kreatif juga. Salah satu dari DJ papan atas yang melakukan konsep shifting platform ini adalah teman baik gw, Hogi Wirjono.

Belakangan ini Hogi bersama dengan kakaknya, Anton Wirjono, dan timnya Future10 melakukan sesuatu yang sangat baru yaitu memindahkan offline party ke online party dimana secara virtual para penggemar mereka datang ke streaming tersebut dan turut meramaikan di kolom komentar.

Apa yang menjadi dasar pemikiran Hogi melakukan ini dan bagaimana sikapnya menghadapi pandemic, langsung aja gw ngobrol dengan orang dibalik event legendaris Back In The Days ini.


Apa kabar Jo (ini adalah cara gw memanggil Hogi), Gimana Semua Sehat ?

Sehat Jo, Ya surviving lah bisa dibilang.


Gimana so far dalam menghadapi pandemi ini, dirumah saja atau ada aktivitas lain?

Gw bener bener cuma di rumah, dan seminggu sekali ke kantor untuk live streaming, itu pun dengan minimal human contact. Sisanya bener bener di rumah. Ke supermarket pun sebisa mungkin gue nggak, mendingan di delivery aja.


Apa yang paling lo rasakan atas terjadinya pandemic ini?

Yang gue rasain, mata pencaharian gw berubah secara drastis, karena sebagian besar pemasukan gw masih dari event sebagai DJ (performer), tapi Puji Tuhan karena gw udah siap di Digital dengan channel Youtube gw Echoes, gw masih bisa kesana.

Ini juga berefek ke bisnis gue, Future10, karena pada dasarnya kita adalah event company, sekarang sepertinya kita juga harus jadi digital company karena keadaan ini. Gue gak tau sampai kapan tapi sepertinya this year is going to be very hard. Tapi di saat ada kemauan pasti ada jalan.


Nah gw liat beberapa minggu ini lo mulai shifting gig lo menjadi digital gig di youtube dan di livestream, alasannya apa lo bikin ini ?

Simple sebenarnya, orang stress di rumah, they need something to do, dan brand party kita yang paling kuat adalah Back In The Days, jadi bener bener gw piki gimana cara nya gue live streaming aja lewat youtube channel gw Echoes karena sudah ada subscriber base-nya. It was kind of no brainer dan ternyata responnya gokil sebegitunya. Dan sebelum yang lain kesana kita udah duluan. Kita juga usahain set the bar really high, mencoba me-recreate club event secara digital bahkan pakai smoke machine pakai laser.

Dan salah satu alasannya adalah kita mau mendigitalkan event kita, untuk siap dengan perubahan.


Is It Working ?

It’s working very well, sampai udah banyak yg telpon untuk ngajak kerjasama dari berbagai brand dan orang orang juga. Mungkin ini membawa hawa positif ke skena musik elektronik bahwa there’s still a chance, tapi kebanyakan diluar sana banyak yang belum siap, karena belum siap seperti belum membangun subscriber basenya juga equipmentnya. Untungnya gw put a lot of my time and effort untuk membangun ini terlebih dahulu jadi bisa dibilang ini works very well dan bisa dibilang this year kita full shift ke sini (digital).


apa sih yang teman temen dengan profesi sama seperti lo yaitu DJ bisa lakukan di masa pandemic ini ?

Kalau lo adalah seorang kreatif lo gak boleh stuck di satu medium. Seorang musisi bisa jadi seorang pelukis, atau jadi penulis atau film maker. Menurut gw seorang DJ harus bisa menjadi seorang creator juga. Dengan begitu seseorang ter-maintain ekstensinya.

 

Di era seperti sekarang ini menurut gw, teman terbesar kita adalah internet, dengan ter-maintainnya eksistensi itu, semoga bisa menjadi berkah untuk kita semua. Gerak cepat juga sangat diperlukan, karena situasinya adalah adapt or die.


Setelah semua ini selesai apakah menurut lo kita akan kembali seperti semula atau kita harus siap dengan the new normal ?

Semua menurut gw tidak akan kembali seperti sebelumnya, karena virus ini membangun sesuatu. Dari sisi event, berkumpul secara beramai ramai itu membahayakan, dan gw rasa orang tidak akan sembuh dari ini, mungkin sembuh dari virus, tapi tidak sembuh dari rasa was wasnya.

Gw lebih baik berpikir skeptis untuk saat ini, karena gw rasa semua tidak akan kembali, tapi at least kalau semua kembali seperti sedia kala, yaudah, kita sudah menyiapkan diri secara digital. Kalau sampai event fisik balik lagi ya ok, let’s go, tapi paling tidak kita sudah siap dari segi digitalnya.

Dalam kehidupan evolusi manusia ada milestone dan virus ini membuat sebuah milestone, dimana berhubungan dengan manusia menjadi berbahaya. Di era sekarang hal seperti ini belum pernah terjadi, jadi kita harus bisa menerima the new normal, tinggal gimana kita work on the new normal. We can still be human hanya interaksinya aja Virtual


Jadi begitulah obrolan singkat kami dengan Hogi, jangan lupa saksikan live streaming Back In The Days di youtube channel miliknya Echoes.

Let the new era begin.