Brand Fashion bergotong-royong membantu penanganan Virus Corona

Maraknya penyebaran Virus COVID-19 berdampak besar pada industri-industri di dunia, termasuk industri fashion. Mulai dari ditundanya event-event Fashion Show, atau perilisan koleksi baru hingga banyak ditutupnya toko-toko retail demi menahan penyebaran Virus COVID-19 ini lebih lanjut. Karena itu, banyak perusahaan fashion seperti Kering (perusahaan payung Gucci, Balenciaga, dan Saint Laurent) ataupun Hermes dan Giorgio Armani yang disebut telah mendonasikan sejumlah uang ke rumah sakit dan pemerintahan untuk membantu mereka dalam penanganan Virus COVID-19. LVMH, perusahaan payung Louis Vuitton telah mengalihfungsikan pabrik di lini parfum mereka untuk memproduksi Hand Sanitizer yang dibagikan ke beberapa Rumah Sakit. 

Di Indonesia, Penanganan Virus COVID-19 masih mendapati banyak permasalahan. Mulai dari kurangnya dana untuk pembelian APD (Alat Pelindung Diri) hingga sulit didapatinya APD itu sendiri. APD adalah hal yang sangat penting untuk digunakan para petugas medis dalam menangani Virus COVID-19 agar dapat melindungi diri saat melakukan penanganan. Karena itu, bantuan dalam bentuk apa saja dapat meringankan beban mereka.

Beberapa brand asal Indonesia, seperti Suicide Anthem mulai memberikan Hand Sanitizer kepada orang-orang yang mendatangi toko mereka secara gratis untuk melindungi orang-orang dari Virus COVID-19. Urbain, Inc. juga mulai merelease t-shirt bertuliskan ‘EVERYBODY VS COVID-19’ dan akan dijual seharga Rp. 190.000 dimana hasil penjualannya akan disumbangkan melalui kitabisa.com untuk membantu para tenaga medis melakukan penanganan COVID-19.

Hal serupa juga dilakukan oleh Central Heating Studio, yang sejatinya adalah Manual Screen Printing Shop berbasis di Kemang Timur, dimana mereka menjual t-shirt bertuliskan ‘Heal The World’ yang hasilnya akan dipakai untuk membelikan makanan untuk mereka yang berkekurangan dan sementara tidak dapat melakukan pekerjaan mereka sehari-hari.

Hal seperti ini memberikan secercah harapan bahwa pelaku Industri fashion tidak melulu memikirkan soal loss dan profit. Bahwa konsumen sebagai komunitas juga bagian penting dari keberlangsungan sebuah brand.

Menurut kalian, Haruskah lebih banyak brand melakukan hal serupa ?